Padepokan Budi Rahardjo

KOMPAS.com - Sains

Selasa, 27 Juli 2010

PREDIKAT ITU AKU PERTAHANKAN LAGI

Tahun lalu si Bolang dapat juara satu lomba pertolongan pertama, sementara si mBilung cuma harapan tiga. Tahun ini Bolang masih lebih unggul, juara 2. mBilung masih saja di level harapan. Kali ini harapan satu. Siapakah yang lebih sering dihargai? Bolang. Dia disanjung-sanjung karena ia selalu menjadi yang terbaik. Penurunan prestasi selalu luput dari perhatian, bahkan dipungkiri. Biarpun mBilung menunjukkan prestasi meningkat, ia lebih sering mendapatkan cemooh, atau sekedar ungkapan pesimisme. Senantiasa direndahkan. Menang, kejuaraan bisa membunuh karakter. Karakter to be better in future.
ready to win
Tahun 2007, Pasukan irex, PMR binaan ingsun di SMK PB meraih predikat sebagai PMR kategori B melalui event Jumpa Bakti Gembira (jumbara). Tahun ini predikat itu ingsung raih lagi. Mengapa tak bisa menjadi A. Banyak kendala yang menghadang. Namun itu tidak menjadikan kami rendah diri. Itu sudah masuk perhitungan, dan lambang supremasi kejujuran bin realistisme. Terima kasih irexers. Kerjamu tidak sia-sia. Semoga penerusmu yang akan meningkatkannya.

Kamis, 08 Juli 2010

FAKTA LPG


INI BOLEH DAPET DARI NONTON TEVE DI METRO TV. APA NYANG AKU DAPET? FAKTA TENTANG EL PI JI (LPG). SELAIN DARI METRO, JUGA DARI KETUA PMI PUSAT SEKARANG mBAH JeKa.



1. TIDAK ADA TABUNG GAS YANG MELEDAK. YANG MELEDAK ADALAH GAS YANG TERKURUNG DALAM RUANGAN KARENA RUANGAN MINIM VENTILASI SEHINGGA AKUMULASI GAS TERSEBUT JIKA TERKENA PERCIKAN API DARI SAKLAR LISTRIK ATAUPUN SUMBER API (KOREK, ROKOK, DLL) MAKA AKAN TERBAKAR SEMUA SEHINGGA MENJADI SUATU LEDAKAN.

2. DAYA TAHAN TABUNG ELPIJI 3 KG MENCAPAI 120 BAR DAN HANYA DIISI MAKSIMAL 30 BAR (PSI mungkin ya). JADI KEMUNGKINAN TABUNG MELEDAK SANGAT KECIL.

3. MASA JENIS LPG LEBIH BESAR DARI UDARA SEHINGGA JIKA IA KELUAR DARI SALURAN (SELANG ATAU REGULATOR) IA AKAN BERADA HINGGA SEKITAR 30 CM DARI PERMUKAAN TANAH. JADI GAS LPG TIDAK MELAYANG KE AWANG-AWANG / KE ARAH ATAS.

4. CARA PREVENTIV JIKA MENCIUM AROMA GAS ADALAH BUKA PINTU SEHINGGA GAS DI PERMUKAAN TANAH BISA KELUAR RUANGAN DAN BISA LEDAKAN GAS AKAN TERHINDARKAN.

5. NYUSUL, MAU JEMUAHAN DULU.

Rabu, 26 Mei 2010

Registered Linux User

Jebul yang punya sensus bukan cuma BPS. Counter.li.org juga punya. Bedanya, yang dia sensus adalah penguna linux. Secara simpel, dia mendata nama, domisili, mulai kapan pake linux, di mana makenya.

Ingsun ter-registrasi sebagai linux user nomor urut 511404 (siiaoa). Ini lambang registrasinya:



dan ini cropped screenshot bukti regisrasinya:

whuii kereeen. Ente nomer berape?

Jumat, 21 Mei 2010

Senin, 26 April 2010

Nilai naik yang lulus ya turun

HASIL UN yang mengejutkan. Itu headline kompas http://edukasi.kompas.com/read/2010/04/27/10064353/Hasil.UN.yang.Mengejutkan-5.

Ya terang saja turun. Nilai standarnya naik, tapi gedung sekolah masih mengkhawatirkan (kalo ini si sebenarnya bisa di siasati oleh orang yg pandai bersyukur) gurunya masih lulusan dengan nilai terendah di universitas swasta anu yang belum terakreditasi. Sarana dan prasarana juga masih minin (walau bisa diakali oleh orang yang cerdas rohaninya sehingga kreatif otaknya). Yang jelas UN tahun 2010 tetap berpredikat "BELUM BERPERIKEADILAN".

Njuk, biar adil, ginama dong.
Peningkatan. Itu kata kuncinya. Peningkatan dalam hal ini bukan pembenar kepada sekolah-sekolah yang masih serba terbatas untuk mengemis-ngemis fasilitas pendidikan kepada negara. Soal situasi dan kondisi setempat, kata kuncinya adalah bersyukur dan kreatif. Lalu peningkatan yang seperti apa?

Bu Frida NRH MS, psikolog Undip dan pengurus PMI Jawa Tengah dalam satu penataran PMI menyajikan ilustrasi: Si A pada pre-test dapat nilai 6, pada post-test dapat nilai 6.1. Si B pada pre-test dapat nilai 7.9 dan di post-test dapat nilai 7.8. Kelirumologi yang dilakukan para pendidik adalah selalu menyubya-nyubya (mendewa-dewakan) kondisi B, selalu mendapat pencapaian paling tinggi. Tapi kondisi A jauh dari apresiasi. Padahal A mengalami peningkatan prestasi, dan B mengalami penurunan. Apakah mindset pendidikan kita adalah the highest mark always to be the best?

Jadi, jika standar nilai tahun ini 5.5, tahun depan tetap saja dulu di tingkat 5.5. Setelah itu, ukurlah kemampuan sekolah untuk meningkatkan pencapaiannya. Bandingkan kondisi tahun ini dengan kondisi tahun depan. Kalau bisa menigkat, barulah sekolah ditantang. Tahun depannya lagi berani lulus dengan nilai pencapaian berapa?

Itu baru adil. Kalau sekolahku cuma berani di level 5.3 ya ga papa wong kondisinya juga lain dengan yang berani dengan level 6.8. yang penting, berilah reward buat yang mampu meningkat, beri pula advokasi buat yang belum bisa meningkat.

Cantiknya Anakku

Cakep kan..!?
Hanung Kamila Marva
Subhanallah!

Rabu, 21 April 2010

FENOMENA JUPE DAN RAMALAN JAYABAYA

Siapa yang tidak kenal Jupe? Predikat yang melekat pada sosok Jupe bagi kebanyakan orang adalah seksi, sensasional, menebar aurat, dan segudang lain predikat yang tak nyaman didengar telinga. Dengan predikat seperti itu, ia mau saja dicalonkan sebagai wakill bupati pacitan. Tentu pro dan kotra muncul. Ada yang mendukung, tak sedikit pula yang menolak.

Pemimpin, apalagi di Indonesia, terlebih lagi di masa sekarang, dituntut perfect. Predikat Jupe jelas mengganjal dan mengganjalkan karena dinilai jauh dari perfect. Memang dia sudah menyatakan akan menyesuaikan diri. Artinya dia akan mengurangi predikat jelek dengan cara memperbaikinya. Tapi statemen dia itu bersyarat, "jika terpilih". Dua pertanyaan muncul dari statemen ini. Satu, apakah memperbaiki diri harus dilakukan jika akan menjadi pemimpin? Logikanya kalau tidak terpilih, tidak perlu memperbaiki diri. whek....:o Kedua, semudah itukah perbaikan diri bisa dilakukan, mengingat predikat yang tidak enak itu lahir dari kebiasaan. Waw... naeef kalee!?

Buat warga pacitan, sekedar mengingatkan. Pemimpin adalah cerminan masyarakat. Terlebih pemimpin yang dipilih secara langsung oleh masyarakat. Kalau sosok seperti jupe tidak terpilih, Rakyat pacitan memang tidak seperti jupe. Kalau terpilih, berarti rakyat Pacitan memang memiliki karakter seperti Jupe. Kesimpulan ini saya dapat dari wawancara budayawan Jawa Timur, Ki Haji Sujiwo Tejo yang sempat tayang di SCTV, dan diabadikan di YOUTUBE. Berikut ini penuturannya, tutur tinular untuk warga Pacitan yang menjaga kehormatan: